Kamis, 13 Mei 2010

BNI Cairkan Pinjaman Kredit untuk Plasma AWS

Pinjaman KMK lanjutan ini digunakan Plasma AWS untuk memenuhi kebutuhan operasional budidaya, sedangkan pinjaman KI digunakan untuk pembelian peralatan dan perbaikan tambak. Pelaksanaan akad kredit dilakukan BNI dengan plasma AWS melalui cabang BNI Bandar Lampung, yang pelaksanaan tahap pertama dilakukan perwilayah dengan penjadwalan sbb :

1. Bumi Dipasena Abadi dilaksanakan tanggal 18 Mei 2010
2. Bumi Dipasena Sejahtera dilaksanakan tanggal 19Mei 2010
3. Bumi Dipasena Makmur dilaksanakan tanggal 20 Mei 2010

Penandatanganan kesepakatan ini dilaksanakan pada awal Mei 2010 di Jakarta. Kesepakatan ini merupakan lanjutan atas dalam bentuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan fasilitas Kredit Investasi (KI) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) (BNI) kepada plasma Aruna Wijaya Sakti (AWS) senilai Rp63 miliar dari total plafon fasilitas sebesar Rp170.4 miliar.
Dalam penandatanganan kesepakatan kredit tersebut, BNI diwakili oleh Siwi Peni sebagai Ketua Tim Divisi Usaha Kecil BNI Pusat. Kesepakatan lanjutan ini selain dapat meningkatkan modal kerja, juga merupakan bukti kepercayaan yang baik dari lembaga perbankan kepada CP Prima, mengingat BNI adalah salah satu bank terpercaya nasional yang selektif terhadap debitur.
Pinjaman KMK lanjutan ini akan digunakan Plasma AWS untuk memenuhi kebutuhan operasional budidaya, sedangkan pinjaman KI digunakan untuk pembelian peralatan dan perbaikan tambak. Rencananya pelaksanaan akad kredit akan dilakukan BNI dengan plasma AWS dalam waktu dekat melalui cabang BNI Bandar Lampung.
Dengan pencairan kredit ini, CP Prima berharap dapat lebih memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kehidupan plasma melalui budidaya hasil tambak udang. Selain itu juga berharap dapat berkontribusi terhadap pendapatan daerah serta peningkatan pendapatan ekspor non-migas nasional.
"Perseroan juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh perbankan lokal, khususnya kepada BNI atas kepercayaanan kerja sama yang baik selama ini," demikian penuturan manajemen CP Prima dalam keterangan pers yang diterima INILAH.COM, Rabu (12/5).
Sekedar catatan, sebelumnya pada Juli 2009 lalu, BNI telah menyetujui penyaluran fasilitas KMK dan atau KI kepada 1021 plasma tambak udang dengan jumlah pembiayaan maksimum sebesar Rp 170.4 miliar. Perusahaan setuju untuk memberikan jaminan perusahaan fasilitas kredit yang diberikan oleh BNI kepada para petambak plasma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar