Rabu, 26 Mei 2010

733 Plasma AWS Teken Akad Kredit

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebanyak 733 petani plasma tambak udang di Aruna Wijaya Sakti (AWS) yang dikelola oleh PT Central Proteinaprima Tbk. (CP Prima) melakukan akad kredit dengan BNI Cabang Bandar Lampung.
Penandatanganan dilakukan di Bumi Dipasena pada 18--20 Mei 2010 guna proses penyelesaian revitalisasi tambak udang.
Menurut Head of General Affairs and Community Development AWS, Fajar Saptoko, akad kredit ini merupakan tindak lanjut atas kesepakatan pada awal Mei 2010 lalu dalam penyaluran pinjaman kredit modal kerja (KMK) dan fasilitas kredit investasi (KI) dari BNI kepada plasma AWS senilai Rp63 miliar dari plafon fasilitas sebesar Rp170,4 miliar.
"Pinjaman KMK lanjutan ini akan digunakan plasma AWS untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional budi daya, sedangkan pinjaman KI digunakan untuk pembelian peralatan dan biaya perbaikan tambak," kata dia.
Fajar juga mengatakan antara BNI dan CP Prima memiliki tujuan dan keinginan yang sama, yakni bersama-sama memakmurkan dan menyejahterakan petambak plasma melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
Hal senada juga dikemukakan Relationship Manager Divisi USK BNI Pusat, Nurul Gaos. Menurut Nurul, dengan penyaluran kredit ini diharapkan dapat menguntungkan dan bermanfaat bagi semuanya. "Baik bagi perusahaan inti, petambak plasma, ataupun BNI sendiri," kata dia.
Hadir dalam pelaksanaan akad kredit itu, yakni petambak plasma, pemerintahan kampung, Badan Perwakilan Kampung (BPK), dan Lembaga Manajemen Plasma Kampung (LMPK). "Semoga setelah akad kredit ini dilaksanakan, aktivitas budi daya udang di Bumi Dipasena akan meningkat," kata Usman Tholib, kepala Kampung Bumi Dipasena Sejahtera, di sela-sela penandatanganan akad kredit. (RLS/E-1


BANDAR LAMPUNG (Radar)- Proses penyelesaian revitalisasi tambak udang di Aruna Wijaya Sakti (AWS) yang dikelola PT Central Proteinaprima Tbk. (CP Prima) semakin nyata. Ini dibuktikan dengan telah dilaksanakannya akad kredit oleh 733 petani plasma AWS dengan BNI cabang Bandarlampung di Bumi Dipasena, 18-20 Mei 2010.
Akad kredit ini merupakan tindak lanjut atas kesepakatan pada awal Mei 2010 lalu dalam penyaluran pinjaman kredit modal kerja (KMK) dan fasilitas kredit investasi (KI) dari BNI kepada plasma AWS senilai Rp63 miliar dari plafon fasilitas sebesar Rp170,4 miliar. Pinjaman KMK lanjutan ini akan digunakan plasma AWS untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional budi daya. Sedangkan pinjaman KI digunakan untuk pembelian peralatan dan biaya perbaikan tambak.
Suasana gegap gempita pelaksanaan revitalisasi yang tengah berjalan di Bumi Dipasena –tempat beroperasinya tambak-tambak AWS–disempurnakan dengan pelaksanaan akad kredit yang disambut gembira oleh petambak plasma, pemerintahan kampung, Badan Perwakilan Kampung (BPK), dan Lembaga Manajemen Plasma Kampung (LMPK).
’’Semoga setelah akad kredit ini dilaksanakan, aktivitas budi daya udang di Bumi Dipasena semakin meningkat,” kata Usman Tholib, kepala Kampung Bumi Dipasena Sejahtera, di sela-sela penandatanganan akad kredit.
Mengomentari pelaksanaan akad kredit, Head of General Affairs and Community Development AWS Fajar Saptoko mengatakan bahwa antara BNI dan CP Prima memiliki tujuan dan keinginan yang sama, yakni bersama-sama memakmurkan dan menyejahterakan petambak plasma melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
’’Semoga penyaluran kredit ini dapat menguntungkan dan bermanfaat bagi semuanya, baik itu perusahaan inti, petambak plasma, ataupun BNI sendiri,” ungkap Nurul Gaos, relationship manager Divisi USK BNI Pusat. (wan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar